Pages

Ads 468x60px

Tuesday, December 4, 2012

Teachers’ characteristics

             Hemmm,, let me ask you first! Who are your favorite teachers? How many are they?

Well,, If I ask you to name your favorite teachers from kindergarten through senior high school or even the recent study you take now and then to count it, it will be easy to answer, won’t it? However you will think about people who not only taught you things of value, but inspired you as well. Since it will bring back so many fond memories of wonderful people who've touched both your personal life and your professional life, I think it can also be an enjoyable question to answerJ
            When I was in senior high school, I remember being motivated and interested in mathematics lesson since before I hated mathematics very much through most of my study in junior high school. Miss Puji, my first mathematics teacher in senior high school had successfully changed my mind to go back to like mathematics. In my first year, even though I felt far behind and unable to cope all of the materials delivered by Miss Puji in the classroom, Miss Puji never underestimate and denounce me as other teachers. She always supported me and taught me by her best way. She was looking forward to me and although she was often assertive and gave me a portion of a task that is a lot more than others, but I knew that she cared of me and wanted me to catch up my backwardness over my friends and be successful in my class. Compared with my previous mathematics teachers, of course I am more like Miss Puji because she was very kind, humble, care of her students and had enthusiasm for teaching.
            As reflect to my experience, I realize that teacher’ characteristics have an impact beyond the classroom. If good teachers can improve their students’ financial prospects and give positive influence on all aspects of their students’ lives, while on the flipside, bad teachers can set students back years in their development. I know that being a good teacher is not simply as you may think. But, as teachers, you have to decide which type of teachers you want to be before you enter to the classroom. Is it bad teachers, so-so teachers, or good teachers you want to be? Of course, if you have a great passion to become a teacher and you think that teaching will be kind of fun activity that gives you opportunity to change lives then you will choose to become good or even great one for them.
            On the while back, my lecturer said that in order to become good teachers, besides of having a deep content knowledge and pedagogical content knowledge that reflect on the current knowledge of learner-centered, teachers need to have some characteristics such as personal qualities that can increase motivation to learn, meet needs for belonging and relatedness and increase perceptions of competence. Yes, I totally agree with that. However without all of those things, how students can engage and be successful in your class?
            In summary, I just want to say that the role of a teacher in the life of his/her student actually never ends. Like the quote from Henry Adams, He said that "A teacher affects eternity; he can never tell, where his influence stops." That sounds nicely, right? Yes, as you may know that with your students, you grow. You grow from your parent to friend to your society and to your own family; from caretaker to mentor and continue to influence students who admire you all their life. Exactly they remember you for what they have got from you and they are thankful to you for what you have taught them. That is one benefit of being a teacher - you are remembered for not a short time, but for a long timeJ

Tuesday, January 10, 2012

Opiniku tentang Humanistic studies,,,

Semula saya mengira bahwa mata kuliah ini sama seperti pelajaran PPKN alias Pendidikan pancasila dan kewarganegaraan. Hanya namanya saja yang berubah. Kalau masalah topik sepertinya tidak jauh berbeda. Toh, masih menyangkut permasalahan tentang keberagaman budaya, agama dan suku bangsa di Indonesia. Tapi sepertinya persepsi saya selama ini salah besar. Mata kuliah ini benar-benar berbeda dengan persepsi saya sebelumnya dan banyak pelajaran yang dapat saya ambil selama mengikuti mata kuliah ini.

Secara keseluruhan, topik yang disajikan dan didiskusikan dalam kelas sangat berkaitan dengan kehidupan nyata. Sebagian besar membahas isu-isu tentang agama dan sosial budaya yang notabene sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari, dan juga mempelajari bagaimana kita harus menyikapi permasalahan dan perbedaan- perbedaan yang ada sebagai konsekuensi hidup dalam masyarakat yang heterogen. Seperti yang kita ketahui, banyak sekali konflik-konflik yang terjadi yang mengatasnamakan agama, budaya atau ras tertentu yang mungkin dapat membuat kita juga terkena imbasnya. Risih mendengarnya dan hal tersebut membuat saya selalu tergelitik untuk terus ingin tahu dan tahu lebih banyak lagi mengapa terjadi hal – hal yang demikian. Menarik dan cukup menantang bagi mahasiswa seperti saya yang haus akan ilmu dan hidup dalam lingkungan yang serba heterogen ini. Secara pribadi, saya merasa terbantu dengan adanya mata kuliah ini. Selain membantu saya untuk lebih jeli terhadap isu isu tersebut, juga membantu saya untuk melihat segala permasalahan yang terjadi bukan dari sudut pandang saya saja sebagai pengamat tetapi juga belajar melihatnya dari berbagai sudut pandang yang berbeda.

Dari mata kuliah ini pulalah, saya pun mulai bisa menerima segala perbedaan yang ada di sekeliling saya terutama dalam hal perbedaan agama dan suku bangsa sebagai suatu hikmah dan bukanlah penghalang untuk mewujudkan kehidupan yang nyaman, aman dan harmonis. Dulu saya sulit menerima keadaan saya yang harus berinteraksi dan hidup diantara orang orang yang mempunyai latar belakang serta karakter yang berbeda karena di dalam mindset saya sudah tertanam sterotype tertentu tentang mereka. Sempat muncul rasa tidak nyaman dan saya memilih untuk memberikan beberapa batasan dalam berinteraksi dan bergaul dengan mereka. Mungkin inilah salah satu tujuan dari adanya mata kuliah ini. Kini saya bisa membuka pikiran saya bahwa bukan berarti orang yang berbeda dari kita baik itu agamanya atau budayanya atau suku bangsanya lebih buruk dari apa yang kita pikirkan. Mereka mempunyai hak untuk dihargai dan kita tidak dapat memaksakan kehendak kita kepada mereka untuk menyamakan pikiran supaya mereka menjadi seagama, sesuku atau sebudaya dengan kita. Justru perbedaan-perbedaan yang ada tersebut indah dan akan menjadikan kehidupan ini lebih berwarna layaknya pelangi yang tetap berwarna warni dengan catatan bahwa apabila kita bisa mengelola perbedaan tersebut dengan baik. Tuhan saja berkendak untuk menjadikan umatnya untuk berbeda, mengapa kita manusia selaku ciptaanya mempermasalahakan perbedaan tersebut?

Kedepannya saya berharap semoga mata kuliah ini tidak hanya menjadi media bagi para mahasiswa terutama saya dalam menambah wacana tentang isu-isu agama dan sosial budaya yang kerap menjadi bahan perbincangan di kalangan umum, namun juga dapat menjadi media bagi untuk beropini dan menyamakan persepsi sehingga pada akhirnya dapat ditarik suatu kesimpulan dan solusi atas semua permasalahan yang terjadi. Untuk durasi pengajaran mungkin bisa ditambah lagi. Mengingat dari pengalaman yang sebelumnya, saya rasa waktu 1.5 jam itu sangatlah singkat untuk membahas suatu topik secara mendalam. Terkadang dari waktu yang sesingkat itu, saya kurang mendapatkan esensi dari topik yang dibahas dan saya bingung harus mengambil keputusan yang seperti apa karena tidak ada penyelesaian serta kesimpulan yang didapat di akhir pembelajaran. Untuk metode pembelajaran, saya rasa sudah bagus. Mungkin hanya akftifitas –aktifitasnya saja yang dibuat lebih bervariasi supaya mahasiswa tidak jenuh dan tertarik untuk mengikuti setiap sesi dari perkuliahan ini.

 

Sample text

Sample Text

accessories-animation.blogspot.com

Sample Text